Dunia Tahfidh

Cara Mudah Menghafal & Sulit Lupa

Assalamualaikum sahabat mutiara dakwah, akhir-akhir ini saya banyak kebanjiran pertanyaan seputar tahfidh. Bagaimana kita supaya mudah menghafal kalam Allah? Bagaimana supaya kita tidak mudah kehilangan hafalan? Dan lain sebagainya.

Jujur, saya sendiri memang sudah hafidh, tapi terkadang saya merasa malu untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan seperti ini. Kenapa? Karena Allah sendiri, sebagai dzat yang Al-Qur`an itu sebagai kalam-Nya, sudah menjawab pertanyaan-pertanyaan seperti ini. Kalau Allah sudah menjawabnya, lalu untuk apa kata-kata saya? Itulah sebabnya kadang saya merasa malu.

Baiklah, supaya tidak bertele-tele, saya hanya akan menyampaikan apa yang menjadi jawaban Allah atas pertanyaan-pertanyaan seperti ini.

Dalam surat Al-Qamar, tidak kurang dari empat kali Allah berkalam,

ولقد يسرنا القرأن للذكر فهل من مدكر

Artinya adalah:

Dan sungguh telah kami mudahkan Al-Qur`an untuk diingat. Apakah ada yang ingin mengingat?

Bagaimana kita supaya mudah menghafal kalam Allah?

Seringkali ketika menghafal, kita merasa bahwa otak kita sulit untuk menyimpan hafalan. Kenapa sih kita merasa sulit?

Biasanya, sesuatu yang sulit hanya disebabkan oleh 2 hal. Pertama, tidak terbiasanya orang berinteraksi dengan sesuatu itu. Seorang matematikawan misalnya, pasti kesulitan membuat pupuk, karena memang dia jarang berinteraksi dengan bahan-bahan untuk membuat pupuk. Kedua, otaknya benar-benar tidak mampu untuk mengingat. Hanya saja, penyebab yang kedua ini sangat jarang.

Seringkali saya mendengar murid saya mengeluhkan sulitnya hafalan. Ketika saya tanya tentang berapa juz yang dia baca per hari, biasanya jawaban yang saya dapatkan adalah dia untuk membaca satu lembar per hari pun sangat jarang. Lalu, bagaimana seseorang berniat menghafal kalam Allah, bila untuk membacanya saja dia merasa tidak memiliki waktu?

Inilah yang ingin saya titik beratkan. Bila kita memang sudah berniat untuk menghafal, maka mari kita biasakan lidah kita dengan kalam-kalam Allah. Minimal 1 juz lah per hari. Apalagi kita juga sudah tahu, bahwa sangat dibenci bagi seseorang yang lewat 40 hari, sedangkan dia belum khatam Al-Qur`an.

Bagaimana supaya kita tidak mudah kehilangan hafalan?

Satu problem yang juga sering dikhawatirkan para penghafal adalah ketika hafalan mereka buyar alias hilang. Sebenarnya untuk mengantisipasi problem ini sangatlah mudah. Yaitu tentunya dengan selalu muraja’ah (mengulangi) hafalan kita. Seperti yang banyak saya baca pada buku-buku tentang metode menghafal, mereka menerangkan bahwa ketika seseorang telah menjadi hafidh, maka jangan sampai berlalu satu minggu kecuali dia sudah muraja’ah semua hafalannya. Minimal 5 juz per hari.

Memang tepat sebenarnya jawaban seperti ini. Hanya saja, menurut saya ada solusi lain supaya hafalan kita selalu kuat dalam ingatan. Bagaimana caranya? Amalkan apa yang engkau hafal.

Ketika seseorang telah mengamalkan hafalan dia, saya yakin ingatannya pun akan kuat. Ini pula yang sebenarnya menjadi maksud dari hafalan kita. Kita menghafal qur`an bukan untuk menjadi hafidh, orang yang hanya hafal huruf-huruf Al-Qur`an. Akan tetapi, kita menghafal supaya kita menjadi dzakir, orang yang mampu merefleksikan hafalannya dalam kehidupan sehari-hari. Lihat kembali surat Al-Qamar yang telah saya sampaikan di atas. Menurut saya tidak begitu membanggakan ketika seseorang telah memiliki hafalan Al-Qur`an 30 juz berikut nomor ayatnya, ketika ia tidak berbeda jauh dari seekor keledai yang membawa tumpukan kitab-kitab tebal.

Itulah mungkin sekelumit apa yang bisa saya sampaikan sebagai jawaban atas pertanyaan-pertanyaan di atas. Memang terlihat begitu sederhana. Namun, insya Allah bila anda mau merenungkannya anda akan bisa memahaminya.

Semoga bermanfaat. Bila masih ada pertanyaan, ada bisa menulisnya di kolom komentar ataupun mengirimkannya ke email kami di : mutiaradakwah13@gmail.com.

Dan bila anda mendapat manfaat dari artikel ini, jangan lupa untuk menyebarkannya kepada saudara-saudara muslim yang lainnya. Supaya kebaikan yang telah anda dapatkan, juga didapat oleh muslim lainnya.

Wabillahit Taufiq wal Hidayah. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

 

Kediri, 28 Juli 2017

Oleh : Zainurridlo Aufa

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s