KETIKA KOSTANTINOPEL TUNDUK

“Sungguh benar-benar Kostantinopel akan ditaklukkan untuk kalian. Sebaik-baik panglima adalah panglima kala itu dan sebaik-baik prajurit adalah prajuritnya.”

Baginda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam

Dunia sempat digemparkan dengan jatuhnya kerajaan Kostantinopel ke tangan Muslimin. Tak ada yang bisa menyangka sebelumnya. Kekuatan agung Kostantinopel yang sudah berkali-kali dicoba untuk diruntuhkan oleh beberapa Khalifah Muslimin sejak zaman Shahabah namun tak kunjung membuahkan hasil ini bisa ambruk ditangan seorang pemuda muslim. Kebayang? Seorang pemuda muslim bisa menyihir Raja Kostantin mengibarkan bendera putih tanda kalahnya. Coba bayangkan, kamu ditantang untuk meruntuhkan atau mengobarak-abrik urusan kenegaraan Amerika Serikat, berani? Berani menyabet tantangan tersebut? Mungkin tantangan itu terkesan bercanda, tetapi Muhammad Al-Fatih mampu melakukannya.

Mari kita memflashback kembali, mengagumi kekuatan luarbiasa seorang pemuda muslim untuk kemudian kita meniru langkahnya-paling tidak berusaha menirunya-. Ternyata pemuda memiliki potensi yang Subhanallah dahsyatnya. Potensi yang perlu diasah untuk menjadikannya seperti potensi yang Muhammad Al-Fatih miliki.

Kala itu, disaat masih belia umur 15 tahun, Muhammad-nama asli pemuda gentle itu- harus rela untuk mendapatkan predikat yatim. Sang ayah yang merupakan seorang raja Muslimin harus mewariskan kepemimpinan ini kepada putranya. Maka jadilah dan diangkatlah Muhammad menjadi seorang raja. Raja muda dengan usia belia. Me-manage serta membuat agenda kedepan demi jayanya Islam dan Muslimin.

Sebuah tantangan besar kan membuktikan kearifannya. Penaklukan Kostantinopel, negeri dengan kekuatan militer yang luar biasa kuatnya. Selain dengan benteng-benteng tinggi menjulang serta kokoh berdiri menahan berbagai serangan dari luar, negeri ini juga dikelilingi sebuah selat di teluk tanduk siap menghadang setiap musuh yang berusaha masuk kedalam. Gedung-gedung megah pun ramai menghiasi keindahan negeri ini, rentetan tanda bahwa peradaban negeri ini amatlah maju.

Dengan harapan kuat, diilhami dari bening hati yang paling murni, ia ingin menjadi sebaik-baik pemimpin atau minimal termasuk dari sebaik-baik prajurit sebagaimana janji Sang Rasul Shallallahu ‘alaihi wa sallam meyakinkan, mengetuk keras pintu himmahnya.

Filtrasi prajurit mau tak mau harus dioptimalkan. diatas kedudukannya sebagai pemimpin, ia tak rela kejernihan niat serta besarnya kobaran bara tekad para prajuritnya terusak oleh noktah-noktah hitam para pendurhaka, orang-orang yang memaksiati Allah Ta’ala. Jernih ini harus benar-benar bening, karena bening merupakan kekuatan murni yang bisa mengundang datangnya pertolongan dari Sang Maha Kuasa.

I’dad. mempersiapkan matang-matang berbagai aspek kemiliteran prajurit Muslimin harus segera dimulai. Jasmani lebih-lebih Rohani. Muslimin harus lebih unggul dari musuh-musuh Allat Ta’ala. Tak segan-segan, dengan berbagai risiko yang harus ditanggung, Muhammad berhasil membawa kabur seorang ahli meriam yang mendekam di penjara Raja Kostantin melalui jalur bawah tanah, sebuah ide cemerlang anak muda.

Meriam akbar pertama kali didunia siap dioperasikan, menghantam benteng-benteng kokoh Kostantin, memporak-porandakan negeri Kuffar itu tuk tancapkan panji syiar Islam ‘Laa ilaaha illallah’ beserta pendar keadilan syariatnya yang mulia. Semangat, tekad dan perjuangan kini siap membombardir. Muslimin kini siap berkorban, berjihad fie sabilillah
Jangan sangka, prajurit Kostantin seremeh kacang goreng. Mereka prajurit-prajurit andalan, tak bisa dianggap enteng melawan mereka. Perlindungan berlapis-lapis, senjata-senjata berhujaman tak kenal henti, kekuatan mereka benar-benar tangguh.

Hampir saja Muslimin harus menerima sebuah nasib buruk yang selama ini telah menghantui para pendahulu mereka, kalah dan mundur. Benar-benar pertempuran ini amat meletihkan, amat menegangkan, amat mencemaskan. Nashrullah, aunullah, musa’adatullah,pertolongan Sang Rabb satu-satunya harapan mereka, semoga bisa menyejukkan semangat-semangat yang kering, menutrisi jiwa-jiwa yang kosong, menambah kekuatan iman mereka, bahwa mereka lah para pejuang Allah Ta’ala.

Muhammad takkan rela menyerah kalah, terpukul mundur. Hanya dua pilihannya menang atau mati syahid. Ia yakin ia bisa. Akal karunia Allah Ta’ala ini haruslah optimal kinerjanya, terus mengerahkan upaya, dimanakah Allah Ta’ala kan tunjukkan jalan keluar tatkala kapal-kapal Muslimin dihalang masuk kedalam oleh rantai-rantai kokoh yang dipasang di teluk tanduk arah masuk negeri Kostantinopel. Tak bisa.jalur laut tak bisa dipaksakan.
Satu malam. Sungguh hanya tersedia satu malam, 12 jam. Ide Muhammad menuntun agar kapal-kapal itu menyeberangi daratan, medan yang tak akan pernah tercipta untuknya, namum inilah satu-satunya solusi. Lumuran minyak tampaknya bisa diandalkan tuk menpercepat laju kapal-kapal di atas balok-balok kayu itu.dan para sapi serta binatang ternak lainnya mengemban tugas menarik kapal-kapal itu, berjalan licin di atas balok-balok kayu.hanya satu malam saja waktu yang ada, kerja harus optimal, cepat serta tenang agar musuh tak mengetahui.

Mungkin dzikir-dzikir penyemangat perlu dilantunkan. Shoutul harakah. Membakar semangat, mengobarkan tekad. Muhammad, pemuda penuh gelora itu merasa tertantang sekarang, memang pemuda suka tantangan. Kini semua kendali ada ditangannya, ia seorang pemimpin. Apapun yang diperoleh Muslimin, ia kan menyejarah untuk generasi kedepan. Tak usai-usai do’a itu selalu terpanjat. Karena benar-benar ialah senjata andalan Muslimin, dengannya pertolongan berkekuatan super itu akan datang.
Sampai akhirnya, prajurit Kostantin terkejut bukan main.kapal-kapal Muslimin sukses masuk kedalan teluk tanduk. Gempar,panik,gegabah. Benteng Kostantin perlahan bisa diterobos, mendaki benteng meski banyak yang syahid karena guyuran air mendidih sangat melelehkan kulit Muslimin. Tak memgapa, rintihan kulit ini kan jadi sang pemela kelak dihadapan-Nya.

Segala luka, kematian,rasa letih, peluh yang bercucuran serta pengorbanan akhirnya berbuah jua. Buah ranum yang dinanti-nanti kedatangannya, diharap-harap kemunculannya, diminta-minta sehadirannya, Futuhul Qasthanthiniyyah. Panji syiar Islam berhasih menancap di langit Kostantinopel.gagah, menjulang, penuh wibawa. Kumandang adzan menggema hiasi negeri yang kini berada ditangan Muslimin.

Gelar Al-Fatih (Sang Penakluk) disematkan kepada Muhammad. Kegigihan dan kebijaksanaannya patut dibanggakan. Bukan untuk bersombong diri, namun sebagai pembelajaran untuk kita bahwa pemuda muslim mempunyai kekuatan super. Karunia Allah Ta’ala ini haruslah disyukuri, haruslah dioptimalkan. Sejarah mengajari kita, bertutur secara jujur. Muhammad Al-Fatih harus kita tiru. Semangatnya, tekadnya, pengorbanannya, seta kuatnya iman kepada Sang Rabb.

Terlahirnya kita di dunia ini tuk jadi Al-Fatih-Al-Fatih selanjutnya. Al-Fatih masa kini, yang pantas diandalkan, yang pantas dibanggakan, menebar pendar cahaya Islam kepada seluruh ummat agar hangatnya Islam kian terasa, sinarnya kian menerangi meniti jalan hidup ini menuju ridla Ilahi.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s